Ekonomi ( Konsumsi, nilai guna, dan pendekatan terhadap perilaku konsumen`

1. Faktor yang mempengaruhi konsumsi yaitu :

  •  Pendapatan : Pendapatan yang meningkat tentu saja biasanya otomatis diikuti dengan peningkatan                        pengeluaran konsumsi. Contoh : seseorang yang tadinya makan nasi aking ketika mendapat pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar akan meninggalkan nasi aking menjadi nasi beras rajalele. Orang yang tadinya makan sehari dua kali bisa jadi 3 kali ketika dapat tunjangan tambahan dari pabrik.
  • Harga barang/jasa : tinggi rendahnya harga dapat mempengaruhi konsumen dalam membeli barang dan jasa. Jika harga suatu barang/jasa turun makan konsumsi terhadap barang tersebut akan semakin tinggi. Demikian sebaliknya, jika harga-harga naik tingkat konsumsi akan turun.
  • Selera Individu : Sikap, selera, dan kepribadian seseorang juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Orang yang bersikap boros cenderung membeli barang-barang di luar perhitungannya. Orang yang menyukai barang antik cenderung membeli barang antik meskipun harganya mahal dan di luar akal sehat orang kebanyakan. Sebaliknya, orang yang suka berhemat akan memperhitungkan setiap pengeluarannya dan membatasi konsumsinya.
  • Kebudayaan : Kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat akan mempengaruhi perilaku konsumsinya. Setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda dan hal tersebut akan menyebabkan perbedaan dalam pola dan perilaku konsumsinya.

2. Pola Perilaku konsumen dalam menghadapi krisis ekonomi yaitu :

  • Bertindak rasional : konsumen yanng rasional selalu melakukan tindakan ekonomi berdasarkan akal sehat bukan berdasarkan nafsu, keinginan, atu emosinya.
  • Bertindak ekonomis : konsumen yang bertindak ekonomis selalu menggunakan perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang.
  • Bersikap hemat : konsumen yang bersifat hemat selalu menghindari adanya tindakan pemborosan dengan cara membeli barang-barang yang dibuthkan saja. Selain itu bentuk sikap hemat dengan menyisihkan sebagian uang pendapatan untuk ditabung.
  • Membuat skala prioritas : dengan membuat skala prioritas, konsumenakan membuat urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan yaitu mulai dari yang paling mendesak sampai yang kurang atau tidak mendesak.

3. Quantity = Total Utility = Marginal utility
        1       =        8         =             8       
        2       =       15        =              7  
        3       =       19        =              4   
        4       =       16        =             -3
        5       =       14        =             -2

5. Perbedaan pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal yaitu

  • kalau pendekatan kardinal merupakan pendekatan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dalm menghitung kepuasan seseorang dimana kepuasan dapat dihitung dalam bentuk angka, Conthonya kupuasan A terhadap baarang x yaitu 100, sedangkan kepuasan B terhadap barang X hanya 75.
  • Pndekatan ordinalyaitu endekatan yang menggunakan pendekatan komparatif/ perbandingan dalam menghitung kepuasan seseorang. contohnya yaitu kupasan si A terhadap barang x >(lebih besar) dibanding kepuasan B (tidak diketahui angkanya)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s